Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 17 Januari 2025

Berawal dari Percakapan, Pelajari Pola Sexual Grooming

Gerung, 11 Januari 2025 – Dalam rangkaian kegiatan roadshow UNU LiterAction!, tim Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menggelar acara di MAN Lombok Barat dengan tema “Kelas Inspirasi : Pemuda sebagai Pelopor Anti Kekerasan Seksual”. Acara ini disambut hangat oleh Sahimi, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNU NTB. Beliau menilai bahwa kampus ini membawa misi literasi yang sangat relevan, terutama bagi generasi muda, dalam meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu penting seperti kekerasan seksual. 


Seksual grooming merupakan salah satu bentuk kekerasan seksual yang disorot dalam UNU LiterAction! kali ini. Hal ini menarik dibahas karena sering kali terjadi tanpa disadari oleh korban maupun lingkungan sekitarnya terutama generas muda. Materi ini disampaikan oleh Emha Zainul Mukminin, S. Psi., M. Si., dari Biro Psikologi UNU NTB. Beliau menjelaskan bahwa sexual grooming adalah proses di mana pelaku membangun hubungan, kepercayaan, dan kedekatan emosional dengan korban, sering kali anak-anak atau remaja, untuk memanipulasi mereka dan mempersiapkan tindakan seksual di masa depan. “Modus ini semakin berbahaya karena pelaku bisa memanfaatkan media digital, seperti media sosial atau aplikasi pesan singkat, untuk mendekati korban. Tidak hanya anak-anak dan remaja, mahasiswa pun bisa menjadi target pelaku grooming,” ungkap Zainul.

Emha Zainul juga menjelaskan bahwa sexual grooming termasuk ke dalam kategori kekerasan seksual berdasarkan UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Ia mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali tanda-tanda grooming, seperti pelaku yang mencoba membangun kedekatan melalui perhatian khusus, hadiah, atau pujian, dan berusaha mengisolasi korban dari lingkungan sosial mereka.


“Kasus sexual grooming sering kali sulit terdeteksi karena pelaku menggunakan manipulasi yang halus, membuat korban merasa terikat secara emosional dan enggan untuk melaporkan,” ujar Zainul.


Maka dengan kepedulian terhadap isu kekerasan seksual ini, UNU NTB menghadirkan Satgas PPKS (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) sebagai bentuk dukungan terhadap lingkungan kampus yang aman dan inklusif. Di samping itu, UNU NTB juga memperkenalkan jurusan baru, S1 Ilmu Hukum Bisnis, yang memungkinkan mahasiswa mempelajari hukum secara praktis dan relevan dengan dunia usaha.

Berlangsung di lapangan yang asri, kegiatan ini memberikan suasana nyaman sehingga siswa dapat dengan mudah menyerap informasi. 

Acara ini tidak hanya berisi pemaparan materi, tetapi juga dialog interaktif dengan siswa dalam suasana santai. Dr. Ahmad Fauzan, S.Th.I., M.A., Wakil Rektor I UNU NTB, berkenan menjawab beberapa pertanyaan siswa terkait apa saja UKM menarik di kampus UNU NTB dan menjelaskan terkait sistem One Day Service di UNU NTB. Yaitu sebuah layanan yang mempermudah proses pendaftaran untuk mahasiswa baru. Dengan sistem ini, calon mahasiswa dapat mendaftar dan mendapatkan kepastian diterima dalam waktu singkat.

Dalam kesempatan tersebut, Faelga Sara Rosiana, S.Farm., M.Biomed., Ketua Prodi S1 Farmasi UNU NTB, turut memperkenalkan keunggulan UNU NTB. Ia menjelaskan bahwa Prodi Farmasi UNU NTB telah terakreditasi “Baik Sekali”, menjadikannya salah satu program studi farmasi terbaik di NTB. Selain itu, biaya kuliah di UNU NTB juga sangat terjangkau dibandingkan dengan kampus-kampus lain di NTB.

Sementara Muhammad Riyan Hidayatullah, M.Pd., Ketua Prodi PJKR UNU NTB, menambahkan bahwa Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) menawarkan keunggulan berupa peluang kerja sejak mahasiswa masih kuliah. Mahasiswa PJKR dapat langsung mempraktikkan ilmu mereka, seperti menjadi instruktur cardio boxing, diving, snorkeling, atau sport massage. 


Sebagai penutup, Ust. Herjan Hariyadi, S.Pd., M.Pd., Ketua Prodi PGSD UNU NTB, menyampaikan pesan penting mengenai peran ilmu dalam kehidupan. Ia mengutip hadits Rasulullah SAW: ﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَ ﺍﻷَﺧِﺮَﺓَ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ، ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺭَﺍﺩَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻌَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﺎﻟْﻌِﻠْﻢِ. Barang siapa yang menginginkan dunia, maka hendaknya ia memiliki ilmu. Barang siapa yang menginginkan akhirat, maka hendaknya ia memiliki ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan keduanya, maka hendaknya ia memiliki ilmu.” Ust. Herjan menekankan bahwa ilmu adalah kunci kebahagiaan dan keselamatan, baik di dunia maupun akhirat, dan mengajak siswa untuk memanfaatkan usia muda untuk belajar dan menjadi generasi unggul.


Roadshow UNU LiterAction! ini menjadi momentum berharga bagi siswa MAN Lombok Barat untuk memahami isu kekerasan seksual sekaligus mengenal peluang pendidikan di UNU NTB. Dengan semangat literasi dan kepedulian, UNU NTB terus berkomitmen menjadi kampus yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung generasi muda menjadi pelopor perubahan. []

Humas dan Informasi Publik Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Jl. Pendidikan No. 6, Mataram, NTB

Telp/WA: 0819 1745 2129

Email: humas@ununtb.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Resmi Dilantik, Pengurus HIMPSI NTB 2025–2029 Siap Berdampak, Bergerak dan Berkarya.

Pada tanggal 17 Mei 2026, Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus HIMPSI NTB ...