Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 31 Agustus 2025

Asia Road Racing Championship (ARRC) Seri Mandalika 2025


Menghadiri event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 di Sirkuit Mandalika menjadi pengalaman yang begitu seru dan tak terlupakan bagi saya. Ajang balap motor paling bergengsi di Asia ini semakin terasa istimewa karena turut didukung oleh Astra Motor NTB, dan saya datang dengan semangat penuh untuk mendukung para pebalap andalan Astra Honda Racing Team (AHRT).

Sejak awal suasana sirkuit begitu meriah, sorak-sorai penonton berpadu dengan deru mesin motor berkecepatan tinggi yang memacu adrenalin. Fokus dukungan saya tentu tertuju pada para pebalap Honda, mulai dari Andi Gilang yang turun di kelas 1000 cc, kemudian M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus yang tampil di kelas 600 cc, hingga Fadillah Arbi Aditama di kelas 250 cc.

Race 2 menjadi momen yang sangat menegangkan sekaligus membanggakan. Di kelas 250 cc, Fadillah Arbi Aditama tampil luar biasa dengan strategi dan kecepatan yang konsisten, hingga akhirnya berhasil naik ke podium pertama. Sorak-sorai penonton semakin riuh, terlebih bagi para pendukung Honda, termasuk saya, yang merasa begitu bangga dengan prestasi ini

Tidak kalah seru, di kelas 600 cc, Herjun Atna Firdaus juga mempersembahkan kebanggaan dengan mengamankan podium satu, menunjukkan kualitas dan ketangguhan pebalap muda Indonesia. Sayangnya, rekan setimnya, M. Adenanta Putra, harus mengakhiri balapan lebih cepat karena mengalami crash. Meski begitu, perjuangan dan semangatnya tetap mendapat apresiasi besar dari para penonton.

Sementara itu, di kelas 1000 cc, Andi Gilang tampil dengan penuh determinasi. Persaingan ketat membuat jalannya balapan semakin menegangkan, dan akhirnya ia berhasil finis dengan raihan podium ketiga, sebuah hasil yang sangat membanggakan di kelas tertinggi.

Keseruan event ini tidak hanya tentang balapan, tetapi juga tentang atmosfer Mandalika yang begitu hidup. Tribun penuh dengan para penggemar balap yang datang dari berbagai daerah, membentuk semangat kebersamaan dalam mendukung pebalap kebanggaan tanah air.

Bagi saya, menyaksikan langsung ARRC di Mandalika adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki talenta luar biasa dalam dunia balap motor. Dukungan penuh dari Astra Motor NTB juga semakin menguatkan semangat untuk terus memberikan apresiasi kepada pebalap-pebalap Honda yang telah berjuang membawa nama bangsa ke level Asia.





Rabu, 20 Agustus 2025

KLHN 2025 Hadirkan Semangat Layanan “Lebih Dekat, Lebih Hangat” Bagi Konsumen Motor Honda


KLHN 2025 Hadirkan Semangat Layanan “Lebih Dekat, Lebih Hangat” Bagi Konsumen Motor Honda

Jakarta – PT Astra Honda Motor (AHM) terus menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada konsumen setia sepeda motor Honda dengan menyelenggarakan Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2025. Memasuki tahun ke-16 pelaksanaannya. KLHN menjadi ajang strategis untuk mengasah kompetensi dan memperkuat budaya layanan Satu Hati dengan konsumen, sekaligus apresiasi atas dedikasi layanan tim garda terdepan jaringan penjualan dan purna jual sepeda motor Honda di seluruh Indonesia.

Dengan mengusung tema “Lebih Dekat, Lebih Hangat”, KLHN 2025 merefleksikan semangat untuk membangun koneksi antara jaringan sepeda motor Honda dan konsumennya. Tema ini tidak hanya menjadi semangat dalam menghadirkan pelayanan yang lebih personal, empati, responsif dan tulus, namun juga memperkuat peran tim layanan dalam memberikan pelayanan yang hangat dan penuh kepedulian di setiap titik interaksi, baik secara langsung maupun digital.

Sebagai ajang tahunan yang ditunggu-tunggu, KLHN 2025 mempertandingkan tujuh kategori, yakni Dealer/AHASS Head, Team Leader, Sales People, Non-Sales People (Cashier, Admin, Part Counter), Deliveryman, Customer Retention Officer, serta Best Main Dealer.

Antok Yuniarso, General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM menyampaikan bahwa KLHN bukan hanya sebuah kontes, melainkan bentuk nyata dari investasi berkelanjutan perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia dalam ekosistem bisnis Honda. 

“Melalui KLHN, kami ingin memperkuat semangat kolaboratif dan pendekatan yang berfokus pada empati di seluruh jaringan Honda. Pelayanan yang tulus dan hangat bukan hanya membangun kepuasan, tetapi juga menciptakan kepercayaan dan loyalitas jangka panjang dari konsumen,” ujarnya.

Kontes KLHN tahun ini diikuti oleh 9.192 peserta dari berbagai lini layanan sepeda motor Honda di seluruh Indonesia. Para peserta melewati proses seleksi ketat di tingkat regional yang dikelola oleh 29 Main Dealer Honda, hingga akhirnya terpilih 200 peserta terbaik sebagai finalis untuk mengikuti tahapan penilaian nasional yang berlangsung di Jakarta pada 11–14 Agustus 2025. Para finalis ini terdiri dari talenta terbaik yang siap menunjukkan keunggulan keterampilan, pengetahuan, dan sikap dalam menghadirkan layanan yang tidak hanya memenuhi ekspektasi konsumen, tetapi juga mampu menciptakan pengalaman yang berkesan.

KLHN 2025 juga menghadirkan berbagai sesi pembekalan inspiratif yang dibawakan oleh para profesional industri dan perwakilan konsumen. Proses penjurian pun dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif, dengan melibatkan para pakar dan praktisi layanan untuk memastikan standar yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kualitas layanan terbaik.



Daftar Pemenang Kontes Layanan Honda Nasional 2025

1. Kategori Dealer/AHASS Head

- Juara 1: Dedi Kristiawan - Tunas Dwipa Matra

- Juara 2: I Nyoman Ferry A. C. - Astra Motor Bali

- Juara 3: Voniyati - Astra Motor Yogyakarta

2. Kategori Team Leader

- Juara 1: Siska W. - Astra Motor Yogyakarta

- Juara 2: Mursidi - Astra Motor Bali

- Juara 3: Ida Bagus Karuna - Astra Motor Nusa Tenggara Barat

3. Kategori Sales People

- Juara 1: Dewi Quartia K. - Asia Surya Perkasa

- Juara 2: Rianto - Astra Motor Yogyakarta

- Juara 3: Ahmad Aviv Alfian - Tunas Dwipa Matra

4. Kategori Non Sales People 

- Juara 1: Zarra Viernia C. - Tunas Dwipa Matra

- Juara 2: Fanny Kaban - Indako Trading Coy

- Juara 3: Marinda Sari - Astra Motor Bengkulu

5. Kategori Deliveryman

- Juara 1: Syaparuddin - Indako Trading Coy

- Juara 2: Halid Sanjaya - Astra Motor Papua

- Juara 3: Popin Bagus A. - Mitra Pinasthika Mulia (Malang)

6. Kategori Customer Retention Officer

- Juara 1: Reza Pragita D. - Astra Motor Yogyakarta

- Juara 2: Depi Permana - Daya Adicipta Motora

- Juara 3: Yayuk Wahyuningsih - Mitra Sendang Kemakmuran

7. Kategori Best Main Dealer

- Juara 1: Astra Motor Yogyakarta

- Juara 2: Tunas Dwipa Matra

- Juara 3: Astra Motor Bali

Selasa, 19 Agustus 2025

MENYATU DALAM SPIRITUALITAS DAN AKSI NYATA : MENUMBUHKAN CINTA ALAM DAN CINTA KEHIDUPAN

 

MENYATU DALAM SPIRITUALITAS DAN AKSI NYATA:  MENUMBUHKAN CINTA ALAM DAN CINTA KEHIDUPAN

Emha Zainul Mukminin

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang semakin cepat berkembang ini, manusia sering kali terjebak dalam rutinitas tanpa menyadari bahwa dirinya adalah bagian dari semesta yang luas dan penuh makna. Kita hidup tidak hanya sebagai individu yang mengejar cita-cita duniawi, tetapi juga sebagai makhluk spiritual yang memiliki keterhubungan mendalam dengan alam semesta dan sesama makhluk hidup. Spiritualitas bukan hanya urusan ibadah personal, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai spiritual tersebut diwujudkan dalam aksi nyata yang mencerminkan cinta kepada alam dan cinta kepada kehidupan itu sendiri.

Spiritualitas adalah kesadaran akan makna hidup yang lebih dalam, yang melampaui sekadar keberhasilan materi atau status sosial. Ia berakar pada pencarian hubungan dengan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri, Tuhan, semesta, atau nilai-nilai luhur yang diyakini. Dalam banyak tradisi agama dan kepercayaan, spiritualitas menjadi pondasi moral dan etika, tempat bertumbuhnya rasa kasih sayang, belas kasih, kesederhanaan, dan penghormatan terhadap segala ciptaan.

Namun, spiritualitas yang hanya tinggal dalam bentuk kontemplasi dan ritual semata belum cukup. Ia harus menjelma menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan kepada Sang Pencipta semestinya tercermin dalam kecintaan kepada ciptaanNya, baik itu alam, hewan, manusia, maupun kehidupan itu sendiri. Di sinilah spiritualitas menemukan bentuk sejatinya: bukan hanya soal doa, tetapi juga perbuatan.

Alam adalah cermin keagungan Sang Pencipta. Pepohonan, gunung, sungai, hewan, dan udara yang kita hirup merupakan bagian dari sistem kehidupan yang kompleks dan sakral. Sayangnya, eksploitasi terhadap alam atas nama pembangunan dan kemajuan ekonomi telah menciptakan kerusakan lingkungan yang parah, deforestasi, polusi, perubahan iklim, dan kepunahan spesies.

Cinta kepada alam bukan sekadar slogan atau gerakan sesaat. Ia adalah bentuk spiritualitas yang memanifestasikan dirinya dalam kepedulian dan tanggung jawab. Orang yang mencintai Tuhannya, semestinya mencintai bumi ciptaanNya. Dalam ajaran Islam, misalnya, bumi disebut sebagai "masjid", tempat suci, tempat beribadah untuk bersujud. Dalam tradisi Hindu, semua elemen alam dianggap sebagai manifestasi Tuhan. Demikian juga dalam budaya lokal nusantara, alam sering dipersonifikasikan sebagai ibu yang harus dihormati dan dijaga.

Aksi nyata dalam mencintai alam bisa dimulai dari hal-hal kecil, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan air, serta mendukung kebijakan lingkungan yang berkelanjutan. Lebih dari itu, mencintai alam berarti juga melibatkan diri dalam gerakan-gerakan penyelamatan lingkungan, mendidik generasi muda untuk peduli terhadap bumi, serta menolak praktik-praktik bisnis yang merusak ekosistem.

Cinta kepada kehidupan berarti menghargai setiap detik, setiap menit yang diberikan, setiap makhluk yang kita temui, dan setiap peristiwa yang terjadi. Kehidupan adalah anugerah yang harus dirayakan dengan penuh kesadaran. Namun, dalam kenyataannya, banyak orang hidup dalam keputusasaan, kebencian, dan ketakutan. Krisis eksistensial sering kali membuat manusia kehilangan arah, merasa hidup tanpa makna, dan menjauh dari nilai-nilai spiritualitas yang sejati.

Cinta kepada kehidupan berawal dari sikap syukur. Orang yang bersyukur akan melihat kehidupan bukan sebagai beban, akan tetapi sebagai kesempatan. Ia tidak akan menunda-nunda kebaikan, tidak akan menyia-nyiakan waktu, dan tidak akan menyakiti, merugikan orang lain. Ia akan menjadikan hidupnya berguna, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain dan lingkungan sekitar.

Spiritualitas yang sehat melahirkan sikap welas asih. Dalam cinta kepada kehidupan, kita diajak untuk menyapa sesama dengan empati, menghargai perbedaan, dan memperjuangkan keadilan sosial. Menolong yang lemah, membela yang tertindas, dan berbagi dengan yang kekurangan adalah bentuk nyata dari cinta kehidupan yang dilandasi dengan spiritualitas.

Tantangan terbesar saat ini adalah menjembatani antara keyakinan spiritual dan tindakan nyata. Banyak orang yang tampak religius secara ritual, tetapi tidak mencerminkan nilai-nilai spiritual dalam perilaku sosialnya. Mereka terlihat rajin beribadah, namun sangat abai terhadap ketidakadilan sosial, kerusakan lingkungan, dan penderitaan sesama.

Spiritualitas yang sejati bukan hanya tentang hubungan vertikal dengan Tuhan, tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama dan alam. Aksi nyata adalah bukti bahwa spiritualitas kita hidup dan relevan. Spiritualitas tanpa aksi hanyalah ilusi. Sebaliknya, aksi tanpa dasar spiritualitas bisa kehilangan arah dan nilai moral.

Untuk menyatukan keduanya, kita perlu membangun kesadaran reflektif. Bertanya pada diri sendiri: apakah hidup saya sudah menjadi berkah bagi orang lain? Apakah pilihan-pilihan saya mencerminkan cinta kepada alam dan kehidupan? Apakah saya sudah menjadi wakil kasih Tuhan di dunia ini?

Sejarah mencatat banyak tokoh spiritual yang menggabungkan kontemplasi dengan aksi. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat mencintai alam dan makhluk hidup. Ia melarang penebangan pohon secara sembarangan, menyuruh memberi makan hewan dan memperlakukan air sebagai berkah. Dalam tradisi Kristen, Santo Fransiskus dari Assisi dianggap sebagai pelindung alam, karena kedekatannya dengan alam dan semua makhluk ciptaan.

Begitu juga dengan tokoh lokal seperti Romo Mangunwijaya, yang menggabungkan iman Katoliknya dengan perjuangan membela masyarakat miskin dan lingkungan. Atau Tokoh Nahdlatul Ulama yaitu Gus Dur (KH. AbdurrachmanWahid), yang memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, keadilan, dan kemanusiaan dalam semangat Islam yang inklusif.

Mereka semua menunjukkan bahwa spiritualitas sejati akan menuntun seseorang untuk turun tangan, bukan sekadar berdoa di menara gading. Mereka tidak hanya bicara, tetapi bergerak. Tidak hanya memikirkan keselamatan jiwanya sendiri, tetapi juga keselamatan dunia.

Kehidupan ini adalah panggung spiritualitas dan aksi nyata. Di sanalah manusia diuji, apakah imannya hanya sebatas kata-kata, atau benar-benar hidup dalam perbuatan. Cinta kepada alam dan cinta kepada kehidupan bukanlah hal yang terpisah dari spiritualitas, tetapi justru bagian tak terpisahkan darinya.

Kita bisa memulai dari hal-hal sederhana: menyapa tetangga dengan senyum, mendaur ulang sampah rumah tangga, berjalan kaki atau bersepeda untuk mengurangi emisi, menanam pohon, atau sekadar duduk tenang di bawah langit sore, bersyukur atas kehidupan yang kita miliki.

Akhirnya, spiritualitas yang tidak mendorong aksi adalah kesalehan yang belum utuh dan aksi yang tidak didasari cinta adalah gerakan tanpa jiwa. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang saleh dalam berdoa, tetapi juga yang berani mencintai, menjaga, dan membela kehidupan dalam seluruh bentuknya.


Artikel ini saya ikut sertakan dalam Kompetisi Menulis ASN Tahun 2025 yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Agama.




Jumat, 15 Agustus 2025

Bidik Kemenangan di Mandalika, Astra Honda dan CBR Series Siap Melesat


Jakarta – Tampil dominan dalam dua putaran Mandalika Racing Series (MRS) 2025, punggawa balap Astra Honda Racing Team (AHRT) siap tampil optimal hadapi putaran ketiga yang digelar pada 16-17 Agustus 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit. Penampilan para pebalap AHRT menjadi momen pemanasan dalam menghadapi putaran Asia Road Racing Championship (ARRC) seri Mandalika di akhir Agustus ini.

Ajang MRS putaran ketiga ini menjadi special karena bersamaan dengan momen kemerdekaan Republik Indonesia. Pada kelas National Supersport 600cc, AHRT menurunkan tiga pebalap andalannya yang siap memacu CBR600RR yakni Rheza Danica Ahrens yang berada di posisi tiga klasemen dengan mengemas 68 poin. Sementara M. Adenanta Putra yang sebelumnya tidak turun pada putaran kedua karena dalam masa pemulihan cidera, kali ini kembali turun di ajang MRS dengan bekal 59 poin dan mengisi posisi lima pada klasemen sementara. 

“Kembali tampil di mandalika dalam kejurnas MRS tentunya hal yang menyenangkan buat saya. Terlebih ini bisa menjadi ajang pemanasan sebelum seri ARRC pada akhir Agustus. saya akan berusaha tampil maksimal untuk bisa meraih kemenangan sekaligus menambah jam terbang,” ungkap Rheza. 

Masih di kelas 600cc, pebalap asal Pati, Jawa Tengah Herjun Atna Firdaus yang berada di posisi enam klasemen dengan mengantongi 53 poin juga memiliki ambisi tersendiri di ajang MRS ini. Sedangkan, Fadillah Arbi Aditama tidak dapat tampil dalam gelaran ini karena secara bersamaan ia harus bersaing di Grand Prix (GP) Moto3 dengan Honda Team Asia menggantikan Tatchakorn Buasri.  

Pada kelas National Sport 250cc, AHRT mengandalkan pebalap muda bertalenta Davino Britani. Dalam persaingan di kelas 250cc ini, pebalap berusia 16 tahun ini siap berpacu menggunakan CBR250RR. Ia pun memiliki motivasi tinggi dalam persaiangan di arena balap Mandalika ini.

“Kembali tampil di kelas National Sport 250 tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi saya. Hasil yang kurang baik di seri 2 sudah saya pelajari dan saya jadikan motivasi seri 3 ini. saya sudah tidak sabar untuk tampil dan memberikan hasil terbaik,” ujar Davino.

Putaran ketiga Mandalika Racing Series 2025 dilangsungkan pada akhir pekan ini, 16-17 Agustus 2025. Race 1 akan diadakan hari Sabtu (16/8), kelas National Sport 250cc berlangsung pada pukul 12:40 WIB, sementara kelas National Supersport 600cc pada pukul 14:25 WIB. Sementara race 2 akan diadakan hari Minggu (17/8) kelas National Sport 250cc pada pukul 14:00 WIB dan kelas National Supersport 600cc pukul 15:50 WIB. Keseluruhan balapan dapat disaksikan di YouTube Mandalika Racing Series.



Kamis, 07 Agustus 2025

Mini Workshop Honda CUVe di Astra Motor NTB

Kegiatan Mini Workshop Honda CUVe di Astra Motor NTB

Pada hari Kamis, 7 Agustus 2025, saya berkesempatan mengikuti acara Mini Workshop Honda CUVe yang diselenggarakan di kantor Astra Motor NTB. Acara ini diikuti bersama para blogger dan vlogger dari NTB, sehingga suasana terasa akrab sekaligus penuh semangat berbagi informasi.

Workshop ini dibuka dengan sambutan dan arahan yang dipandu oleh Bu Dwi Ariyanti, selaku Supervisor di HC3 Astra Motor NTB, yang juga memberikan izin terselenggaranya acara ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi kendaraan listrik Honda, khususnya Honda CUVe, kepada para penggiat media dan komunitas, sehingga informasi yang akurat dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.

Materi utama disampaikan oleh Sultan, instruktur berpengalaman dari Astra Motor NTB. Beliau menjelaskan secara detail berbagai aspek penting mengenai Honda CUVe, mulai dari ketahanan baterai, jarak tempuh, hingga lama penggunaan baterai dalam pemakaian sehari-hari. Penjelasan yang diberikan cukup jelas dan disertai contoh situasi nyata, sehingga memudahkan kami memahami teknologi yang digunakan.

Dari pemaparan tersebut, kami mendapatkan wawasan bahwa Honda CUVe tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki performa yang handal untuk kebutuhan mobilitas harian. Baterainya dirancang untuk tahan lama, jarak tempuhnya memadai untuk aktivitas perkotaan, dan pengisian daya yang efisien membuatnya praktis digunakan.

Acara berlangsung dengan interaktif, di mana para peserta dapat bertanya langsung mengenai hal-hal teknis maupun pengalaman penggunaan Honda CUVe. Diskusi berjalan hangat dan penuh antusiasme.

Secara keseluruhan, Mini Workshop Honda CUVe ini memberikan pengalaman berharga, terutama dalam memahami perkembangan teknologi kendaraan listrik di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang transportasi ramah lingkungan, serta mendorong adopsi kendaraan listrik di masa depan.



Selasa, 05 Agustus 2025

PCX160 Roadsync Jadi Primadona di GIIAS 2025, Disusul Honda Stylo 160 dan Vario Series

Jakarta – Skutik Honda menjadi sepeda motor pilihan utama masyarakat di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Honda PCX160 Roadsync, Honda Stylo 160, serta Honda Vario series telah membukukan penjualan tertinggi sepanjang pameran yang digelar di ICE, BSD, Tangerang, 24 Juli – 3 Agustus.

PT Astra Honda Motor (AHM) mencatat pencapaian positif pada GIIAS 2025 dengan torehan penjualan sebanyak 1.125 unit sepeda motor. Selain tiga primadona yang secara konsisten menarik perhatian berkat desain, performa, dan fitur unggulannya, model-model lain juga menjadi pilihan konsumen untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi.

Honda PCX160 Roadsync menjadi salah satu model terlaris dengan penjualan 167 unit. Menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih personal dan modern, skutik besar premium ini menggabungkan desain mewah dan kenyamanan berkendara, didukung fitur Honda RoadSync yang memungkinkan pengendara menghubungkan smartphone ke panel meter untuk akses pesan, panggilan, dan navigasi.

Tak kalah mencuri perhatian, Honda Stylo 160 membukukan penjualan total 260 unit. Mengusung gaya retro-modern, Stylo 160 menawarkan perpaduan desain stylish dan mesin 160cc berperforma tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi konsumen muda dan urban yang ingin tampil beda.

Sementara itu, Honda Vario 125 juga menunjukkan performa gemilang dengan total penjualan 176 unit. Skutik serbaguna ini tetap menjadi andalan masyarakat berkat efisiensi bahan bakar, performa stabil, serta desain sporty yang cocok untuk mobilitas harian.


Model lain yang juga mencatat kontribusi penjualan antara lain Honda Scoopy series, serta kehadiran Honda BeAT Series dengan penyegaran warna dan grafis terbaru yang juga sukses menarik perhatian pengunjung pada GIIAS 2025. Sepeda motor listrik Honda juga tak kalah menarik dengan penjualan EM1 e:, ICON e:, dan CUV e:, menandakan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan.

”Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa inovasi produk dan layanan Honda selalu relevan dan diminati, meski pasar otomotif tengah menghadapi berbagai tantangan. Keunggulan teknologi seperti konektivitas di PCX160 Roadsync, serta gaya dan performa dari Stylo 160, terbukti mampu menarik minat konsumen,” ujar General Manager Sales Division AHM Paulus Dani.

Tak hanya skutik, segmen big bike Honda juga menunjukkan respon positif, dengan New Honda Rebel Series yang terjual 9 unit selama pameran. Tampil dengan ragam ubahan terbaru dari sisi desain dan fitur untuk berkendara yang nyaman membuat Rebel series semakin diminati, terutama oleh para pecinta motor cruiser yang tak lekang oleh waktu. Daya tarik big bike Honda semakin diperkuat dengan penghargaan “Favorite Motorcycle Big Bike” yang diraih oleh Honda Rebel 1100. Di segmen elektrifikasi, Honda CUV e: dinobatkan sebagai “Favorite Electric Motorcycle” GIIAS 2025. Ini membuktikan komitmen AHM dalam menghadirkan teknologi ramah lingkungan tanpa mengesampingkan gaya dan performa.



Dalam gelaran GIIAS 2025, AHM menghadirkan lini produk lengkap dari berbagai segmen skutik, sport, big bike hingga motor listrik, serta menghadirkan area test ride dan berbagai aktivitas interaktif bagi pengunjung. Partisipasi ini mencerminkan komitmen AHM dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan bagi mobilitas masyarakat Indonesia.

Resmi Dilantik, Pengurus HIMPSI NTB 2025–2029 Siap Berdampak, Bergerak dan Berkarya.

Pada tanggal 17 Mei 2026, Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat secara resmi melaksanakan Pelantikan Pengurus HIMPSI NTB ...